Langsung ke konten utama

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BIDANG PENDIDIKAN

 Belajar tanpa adanya teknologi rasanya tidak mungkin di zaman yang serba modern ini. Peranan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan itu sangat banyak. Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut untuk Anda.

Seperti yang sudah diketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membawa banyak manfaat di berbagai bidang. Seperti halnya Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) sudah menerapkan sistem pembelajaran daring (SPADA). TIK juga sangat berperan dalam bidang pendidikan yang artinya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kesejahteraan negara pun turut maju. Jadi, apa saja peranan teknologi informasi dan komunikasi bagi pendidikan tersebut? Simak informasi selengkapnya di bawah ini:

1. Sebagai Infrastruktur Pembelajaran

TIK sangat berperan sebagai infrastruktur pembelajaran di mana bahan ajar tersedia dalam format digital dengan begitu proses belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Para murid tidak harus terpaku belajar pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Saat senggang dan sedang berada di tempat umum, mereka tetap bisa belajar melalui gadget mereka.

2. Sebagai Sumber Bahan Ajar

Kini sumber bahan ajar para tenaga pendidik tidak hanya bisa didapat dari buku saja. TIK juga bisa dijadikan sebagai sumber bahan ajar yang mengikuti perkembangan zaman. Ada banyak bahan ajar yang bisa didapat dari seluruh belahan dunia sehingga ilmu yang didapat pun lebih banyak.

3. Sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran

Tidak lagi menggunakan papan tulis dan kapur, kini proses belajar-mengajar telah didukung oleh TIK. Sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, TIK akan membuat proses belajar-mengajar jadi lebih inovatif dan menyenangkan. Cara tersebut juga dikenal efektif karena lebih modern. Untuk itu para tenaga pendidik juga wajib untuk mengikuti perkembangan teknologi supaya bisa mengajar sesuai tren yang sedang berkembang. Para murid pun bisa mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan lebih luas dan secara mandiri.

4. Sebagai Skill dan Kompetensi

Penggunaan TIK harus proporsional. Maksudnya adalah TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi disesuaikan dengan porsinya masing-masing. Jangan sampai TIK untuk masyarakat berpendidikan universitas diberikan kepada masyarakat pedesaan yang rata-rata memiliki latar belakang pendidikan rendah.

5. Sebagai Sumber Informasi Penelitian

Proses penelitian dalam dunia pendidikan jadi lebih mudah dilakukan berkat adanya TIK sebagai sumber informasi. Keberadaan TIK juga membuat penelitian seseorang jadi bisa dimanfaatkan dan diketahui oleh orang lain. Hal tersebut akan berguna untuk mencegah terjadinya penelitian yang serupa.

6. Sebagai Media Konsultasi

Internet banyak dimanfaatkan sebagai media berkonsultasi dengan pakar yang berada di tempat lain. Baik tenaga pendidik maupun pelajar sama-sama bisa memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan belajar mereka langsung dari pakarnya tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

7. Sebagai Media Belajar Online

Belajar bisa dilakukan di mana saja, termasuk secara online menggunakan internet. Banyaknya website, blog, forum, atau aplikasi yang kini banyak tersedia di internet membuat siapa saja bisa belajar secara online. Contohnya saja ada perpustakaan online, yaitu perpustakaan dalam bentuk digital yang menggunakan internet sebagai wadahnya. Siapapun bisa mengakses sumber-sumber ilmu dengan cara mudah tanpa dibatasi jarak dan waktu. Ada juga diskusi online dari forum-forum yang terbentuk di internet yang membuat siapapun bisa berdiskusi dan bertukar pendapat dengan orang-orang yang tergabung dalam forum tersebut.

Mengetahui banyaknya peranan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan tentunya bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang akan berdampak pada kemajuan suatu negara. Diperlukan tingkat kesadaran untuk mau menerima kemajuan teknologi dari semua lapisan masyarakat, terutama tenaga pendidik dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Semoga semua manusia bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan sebaik-baiknya guna mendatangkan manfaat yang banyak bagi manusia itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Implementasi Algoritma Divide And Conquer Pada Sorting Dan Searching

1.   Implementasi Algoritma Divide and Conquer Merge sort Beberapa algoritma mengimplementasikan konsep rekursi untuk menyelesaikan permasalahan. Permasalahan utama kemudian dipecah menjadi sub-masalah, kemudian solusi dari sub-masalah akan membimbing menuju solusi permasalahan utama. Pada setiap tingkatan rekursi, pola tersebut terdiri atas 3 langkah. 1. Divide     Memilah masalah menjadi sub masalah 2. Conquer     Selesaikan sub masalah tersebut secara rekursif. Jika sub-masalah tersebut cukup ringkas dan sederhana, pendekatan penyelesaian secara langsung akan lebih efektif 3. Kombinasi     Mengkombinasikan solusi dari sub-masalah, yang akan membimbing menuju penyelesaian atas permasalahan utama Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Merge sort menggunakan pola divide and conquer. Dengan hal ini deskripsi dari algoritma dirumuskan dalam 3 langkahberpola divide-and-conquer. Berikut menjelaskan langkah kerja dari Merge sort. 1. Divide   ...

Sejarah, Definisi dan Cara Kerja Algoritma Divide and Conquer

    1.          Sejarah Algoritma Devide and Conquer             Awal dari algoritma ini utamanya adalah pengurangan dan penaklukan - masalah       asli secara berturut-turut dipecah menjadi sub-masalah tunggal, dan memang dapat          diselesaikan secara berulang. Pencarian biner, algoritma penurunan-dan-taklukkan di mana sub-masalah berukuran kira-kira setengah dari ukuran aslinya, memiliki sejarah yang panjang. Sementara deskripsi yang jelas tentang algoritma pada komputer muncul pada tahun 1946 dalam sebuah artikel oleh John Mauchly, gagasan untuk menggunakan daftar item yang diurutkan untuk memfasilitasi pencarian tanggal kembali setidaknya sejauh Babylonia pada 200 SM. Algoritma penurunan-dan-taklukkan kuno lainnya adalah algoritma Euclidean untuk menghitung pembagi persekutuan terbesar dari dua bilangan dengan mengurangi...

Implementasi Algoritma Branch & Bound Pada Masalah Knapsack

   Pengertian Algoritma Branch and Bound Algoritma Branch and Bound atau algoritma B&B adalah salah satu dari algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam pencarian jalur. Atau suatu algoritma yang mempelajari bagaimana cara memperkecil suatu Search Tree (pohon pencarian) menjadi sekecil mungkin. Metode ini terdiri dari 2 langkah, yaitu: Branch (Cabang) Membuat semua cabang dari pohon pencarian yang mungkin menuju ke solusi. Bound (Batas) Mencari dan menghitung node yang merupakan active node (E-node) dan node yang merupakan dead node (D-node) dengan menggunakan suatu syarat, yaitu  syarat batas constraint . Teknik Algoritma Branch and Bound Algoritma Branch and Bound dapat menggunakan beberapa titik, yaitu : 1. Least Cost Branch and Bound Teknik ini akan menghitung cost dari setiap node yang ada. Node yang memilki cost terkecil diantara node lain, dianggap memiliki kemungkinan paling besar menuju solusi. Tahap : node yang memiliki cost terendah akan dib...